Minggu, 07 November 2010

Kenalkan Semargres pada 11 Bupati

Semarang Metro
01 Nopember 2010
Kenalkan Semargres pada 11 Bupati
BALAI KOTA - Wali Kota Soemarmo HS mempromosikan Kota Semarang kepada 11 kepala daerah (bupati/wali kota) di sela-sela orientasi lapangan di Kudus dan Sragen, mulai kemarin sampai Rabu (3/11).
Kepala daerah yang sedang mengikuti orientasi kepemimpinan kepala daerah dan penyelenggaraan pemerintahan daerah akan bermalam di Semarang.

Selama itulah Pemkot memperkenalkan kelebihan kota mulai dari wisata kuliner dan heritage seperti Lawangsewu, Gereja Blenduk, Klenteng Gedung Batu dan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT).

’’Selain itu, kami juga memperkenalkan program Semarang Great Sale (Semargres) kepada bupati. Diharapkan pada 1 - 31 Desember bisa mengajak warga ke Semarang untuk merayakan tahun baru sembari berlibur. Dengan Semargres mulai dari hotel, restouran, toko-toko sampai pusat perbelanjaan menggelar diskon,’’ kata Soemarmo, kemarin.

Ke-11 bupati yang akan mengikuti orientasi itu, yakni Bupati Tapanuli Selatan H Syahrul M Pasaribu, Bupati Dharmasraya Ir H Adi Gunawan, Bupati Lampung Selatan H Rycko Menoza SZP, Bupati Kapuas Hulu AM Nasir SH, Bupati Barru Ir H Andi Idris Syukur MS.

Ada pula Bupati Maros Muh Hatta Rahman, Bupati Bangli I Made Gianyar, Bupati Halmahera Timur H Rudi Erawan SE MSi, Bupati Lombok Utara H Johan Syamsu, Bupati Pakpak Barat Remigo Yolanda Berutu, Bupati Bengkayang Suryaman Gidot.Kegiatan orientasi lapangan merupakan salah satu program yang kini sedang diikuti Wali Kota Soemarmo. Ia sendiri mendapatkan orientasi lapangan di Jatim.

Ada empat provinsi jadi daerah kegiatan tersebut, yakni Jateng, Jatim, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat. Untuk Jateng terpilih Kudus dan Sragen. Sebagai tuan rumah wali kota mengucapkan selamat datang. Sebagai ibu kota provinsi, Semarang kaya akan khazanah kuliner dan budaya. Dengan dikenalkannnya Kota Semarang termasuk Semargres diharapkan keberadaan kota ini bisa menjadi daerah jujugan wisata. (H37,H35-16)

Kaus Semarangan Siapkan Desain Baru

SEMARANG METRO

29 Oktober 2010
Kaus Semarangan Siapkan Desain Baru

MENGHADAPI event Semarang Great Sale pada Desember mendatang, pelaku usaha kaus khas Semarangan mulai menyiapkan desain baru. Selain itu, akan memproduksi hingga tiga kali lipat dibanding biasanya.

Kaus Gambpang Sembarangan misalnya, menyiapkan desain kaus bergambar bangunan bersejarah Kota Semarang. Sebelumnya, Lawang Sewu, Gereja Blenduk, Tugu Muda, Stasiun Tawang, Kelenteng Sam Poo Kong, Gereja Katedral lengkap dengan kisah asal usulnya sudah diproduksi tiga tahun lalu.

Kini, pemilik sekaligus desainernya Thomas Dwi (45) siap mencetak ulang desain terdahulu dan menambah koleksi kaus bergambar objek wisata di Semarang yang belum ada.

Desain kaus Lawang Sewu yang sudah direvisi, Pelabuhan Tanjung Mas, Bandara Ahmad Yani, Vihara Watu Gong, Masjid Agung versi ketiga dan keempat serta Jembatan Mberok adalah sederet desain kaos teranyar miliknya. ”Kami mengeluarkan desain baru ini bertepatan pada akhir tahun. Sebab, saat itu permintaan semakin meningkat dibanding bulan biasa,” ujarnya, Kamis (28/10).

Cenderamata

Ditemui di outletnya Ruko Tri Lomba Juang Nomor 8, puluhan kaus khas Semarangan menggantung di sudut-sudut rak. Selain kaus, Gambpang Sembarangan juga menyediakan cendera mata dalam bentuk mug, sandal, tas, pengganjal pintu, pin, gantungan kunci, jam dinding, dan bakiak dengan harga terjangkau, mulai Rp 12.000-Rp 125.000.

Ada pula permasalahan kota dan bahasa semarangan. Lihat saja salah satu tulisan dalam kaus produksi Thomas yang banyak digemari anak muda. ”Udan Ora Udan, Semarang Isih Banjir”, ”Banjir Ora Banjir Tetep Ngangeni”.

”Menjelang Semarang Great Sale, kami menyiapkan stok hingga 6.000 kaus atau naik tiga kali lipat dibanding bulan biasa,” terangnya.
Demi memenuhi pesanan, Thomas masih menemui banyak kendala, yaitu kurangnya fasilitas mesin jahit. Sebab, selama ini pria jebolan arsitektur ini menitipkan jahitan kaus kepada temannya yang berada di Bandung.

Sementara Indri Pristiowati dari Jolali KaoSemarang di Jl Brigjend Katamso No 20 berharap, event Semarang Great Sale menjadikan peluang bagi usahanya agar dikenal luas oleh wisatawan. Kegiatan itu dipastikan akan menyedot turis dari beberapa daerah.

Kaus-kaus dengan gambar bangunan, dan makanan Kota Semarang ini adalah salah satu alternatif cindera mata bagi wisatawan. Salah satu persiapan yang dilakukan adalah menghasilkan desain kaus yang beragam, seperti bertuliskan bahasa semarangan ”asem Îik”, ”gombal mukiyo”, ”barange krenyeh”, ”ndhes”, ”bakule nggedhebus”, dan ”marahi nggondhuk”. Kaus tersebut yang paling digemari saat ini.

”Beberapa daerah di Indonesia identik dengan produk kuos tertentu, seperti Bali dengan Joger atau Yogyakarta dengan Dagadu. Untuk itu, saya akan terus mengembangkan kaus semarangan ini agar dikenal luas oleh wisatawan, sama halnya dengan kaus Joger dan Dagadu,” pungkasnya. (Fista Novianti-71)

Gumaya Masuk The Best Hotel

SEMARANG METRO

29 Oktober 2010
Gumaya Masuk The Best Hotel

SEMARANG - Hotel Gumaya berhasil meraih peringkat ke-5 The Best Hotel se-Indonesia pada ajang Indonesia Travel Tourism Award (ITTA) 2010 yang berlangsung di Jakarta, pada 21 Oktober lalu.

Director of Sales dan Marketing Hotel Gumaya Erny Kusmastuti, Kamis (28/10) mengungkapkan, Hotel Gumaya masuk ke dalam finalis top 5 Indonesia leading business hotel. Terpilih dari pesaing lainnya, seperti Hotel Indonesia Kempinski Jakarta, The Ritz Carlton Pacific Place Jakarta, JW Marriot Medan, dan Hilton Bandung.

Penghargaan itu diberikan pada ajang yang diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata dan Kebudayaan melalui kegiatan ITTA yang baru digelar pada tahun 2010 ini. Ajang ini melibatkan seluruh pelaku pariwisata, seperti hotel, resort, agen travel, dan maskapai penerbangan.

”Sebuah prestasi yang membanggakan bagi kami karena kami masih belajar dan belum genap di usia 3 tahun. Namun, sudah disejajarkan dengan hotel-hotel internasional berbintang lima lainnya,” kata Erny.

Hotel yang beralamat di Jalan Gajahmada No 59-61 ini berhasil menyabet dua kategori, di antaranya Indonesia City Leading Hotel di Semarang dan Indonesia Leading Design di Indonesia.
Erny mengatakan, penilaian yang diperoleh melalui pengambilan suara (voting) secara online dan proses penilaian dari mistery guest.

Hunian

Hotel Gumaya, kata dia, ke depan menargetkan tingkat hunian rata-rata mencapai 50% dengan jumlah kamar yang tersedia sebanyak 259 unit. Hal itu sebagai langkah mendongkrak tingkat okupansi. Selain itu, pada event Semarang Great Sale yang digelar Desember mendatang, Hotel Gumaya telah mempersiapkan program khusus menghadapi peak season kali ini.

”Kami terus berupaya meningkatkan pelayanan prima kepada tamu. Harapan kami tetap bisa mempertahankan dan mengembangkan pariwisata di Semarang,” terang Erny. (K14-71)

Kamis, 04 November 2010

Daftar Perusahaan Taksi di Kota Semarang

Perjalanan Ke Destinasi Wisata atau perjalanan bisnis membutuhkan alat transportasi. Untuk keluarga yang sudah mapan tentu saja bisa memakai mobil pribadi, untuk keluarga sederhana bisa naik motor atau kendaraan umum seperti bus atau angkot. Namun bila jarak tujuan dengan lokasi kita tinggal cukup jauh, biasanya kita memilih naik kereta atau pesawat. Nah setelah turun dari kereta atau pesawat kita masih membutuhkan alat transportasi lagi, dan salah satunya adalah taksi.

Berikut daftar no telpon taksi di kota semarang, bisa membantu perjalanan anda untuk dijadikan alternatif alat transportasi:

Nama Taksi Telpon
New Atlas 024-6591 717
Centris Multi Persada 024-6723 624
Kosti Semarang 024-7613 973
Astria Taksi 024-8415 444
Satria Taksi 024-6702 555
Pandu 024-6591 234
Blue Birds 024-6701 234

Rabu, 03 November 2010

Semarang Panas


Semalam ada sms yang memberitakan bahwa di youtube beredar sesuatu yang unik, sesuatu yang unik dan sangat panas. Konon judulnya adalah Semarang Panas. Tentu saja judul ini sangat membuat penasaran dan ingin tahu. Sebenarnya ada apa di video youtube itu.

Paginya kusempatkan untuk mengecek berita tersebut. Dan benar saja, di youtube telah beredar sesuatu yang panas yang akan dilaksanakan di bulan desember, namun gaung dan panasnya sudah terasa mulai hari ini, kemaren bahkan beberapa minggu yang lalu.

Hotel, restoran, obyek wisata, maskapai penerbangan, travel agency, asita, asperapi, PHRI, SKPD dan Pemkot di Kota Semarang sudah bertekad mensukseskan acara ini. Di koran-koran, media cetak, media elektronik, internet sudah mulai menyiarkan berita panas ini yaitu SEMARANG GREAT SALE 2010 yang lebih dikenal dengan nama SEMARGRES 2010.

Link youtube semarang panas : http://www.youtube.com/watch?v=xkiB0pdvekw

Rabu, 27 Oktober 2010

Sisi Lain Acara Sosialisasi Semargres di Hotel Grand Candi

Tim Paparan dari Pembangunan Waduk Jatibarang


Rumah Sakitpun Hadir di Semargres Demi Kota Semarang


Penanya Dari Water Blaster Indonesia Kota Semarang


PR Hotel Grand Candi Berbincang dengan Tim Kreatif Semargres



Peserta Sosialisasi Semargres makan siang selepas acara





Perkuat Jejaring, Persempit Jarak Antaralumni

Semarang Metro
01 Oktober 2010

Perkuat Jejaring, Persempit Jarak Antaralumni
Halalbihalal Alste Indonesia
SUASANA meriah pecah di Rinjani View, Rabu (29/9) malam , saat 150 lulusan SMA 3 Semarang (Alste) Indonesia angkatan 1972-2010 berkumpul. Meski bertema halalbihalal, suasana malam itu lebih mirip reuni. Sejak duduk di kursi, mereka tampak asyik berbincang dengan rekan di sebelahnya.
Bahkan, sejak awal hingga akhir acara, lampu kamera yang dibawa hampir seluruh alumni nyaris tak berhenti berkedip.

Ya, mereka bernarsis ria, seakan mengenang masa SMA lalu, tak peduli dia tua atau muda. Suasana guyub dan gembira, tampak jelas tergambar.

Di awal acara, Ketua Alste Indonesia, Haris Purnomo menyampaikan rasa bangga atas kemauan para alumni hadir dalam acara yang digagas Ketua Dewan Penasihat Alste Indonesia, Kukrit SW itu. Dikatakannya, acara tersebut memperkecil jarak antaralumni, yang bisa terus meningkatkan tali silaturahim dan memperkuat jejaring (networking).

Bakti Sosial

Sejak dikukuhkan 28 Desember 2009, pihaknya akan terus meningkatkan aktivitas Alste, terutama yang berbasis sosial. ”Saat ini, sudah terbentuk jamaah pengajian rutin bulanan. Masjid dan panti asuhan Alste juga tak lama lagi berdiri,” ujarnya.

Saat didaulat memberikan sambutan, Kukrit menyampaikan keinginannya menjadikan Alste tak hanya wadah alumni berkegiatan, melainkan menjadi organisasi berbasis sosial yang sering membuat acara-acara besar dan menarik.

Pemimpin Umum Suara Merdeka itu mengajak keluarga besar Alste ikut menyukseskan Semarang Great Sale yang diadakan 1-31 Desember mendatang.
”Di sana, kita bisa menambah networking,” kata Kukrit.

Suasana menjadi lebih meriah saat KH Supandi menyampaikan hikmah halalbihalal. Ia tampil kocak, membuat para alumnus sering tertawa terbahak-bahak. (Hadziq Jauhary-67)